Profile

A�logo new2

PROFIL SINGKAT

LEMBAGA PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN MANGROVE (LPP MANGROVE)/

Institute of Mangrove Research and Development (IMReD)

LATAR BELAKANG

Hutan mangrove sebagai salah satu ekosistem yang sangat unik merupakan sumberdaya alam yang sangat potensial.A� Dengan luas potensial mangrove saat ini sekitar 6,89 juta ha, maka Indonesia memiliki mangrove terluas di dunia. Mangroves mendukung keanekaragaman flora dan fauna komunitas terestris akuatik yang secara langsung atau tidak langsung berperan penting bagi kelangsungan hidup manusia baik dari segi ekonomi, sosial maupun lingkungan (ekologi).

Upaya pemanfaatan hutan mangrove perlu diselaraskan dengan upaya pelestarian dan penelitian agar fungsi hutan mangrove secara ekologis dan sosial-ekonomis tetap lestari dan berkelanjutan. Upaya-upaya yang dilakukan hendaknya melibatkan semua pihak yang terkait seperti masyarakat, pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat serta pihak-pihak lain dalam bentuk kemitraan yang adil dan sejajar.

Karena letaknya yang berada di ekosistem yang lebih besar yaitu ekosistem yang diapit oleh ekosistem darat dan ekosistem laut, maka pengelolaan hutan mangrove sebagai suatu ekosistem harus melibatkan semua potensi sumberdaya alam, manusia dan buatan yang berada di ekosistem darat, laut dan pesisir itu sendiri.A� Pembangunan masyarakat merupakan salah satu aspek terpenting yang menjadi perhatiabn lembaga ini.

Lembaga Pengkajian dan Pengembangan (LPP) Mangrove yang juga dikenal sebagai Yayasan Mangrove Indonesia didirikan pada tanggal 4 Agustus 1992, bertujuanA� untuk berperan serta aktif dalam segala kegiatan dan upaya yang berhubungan dengan perlindungan dan pelestarian serta pemanfaatan ekosistem untuk kesejahteraan masyarakat.

TUJUAN

Tujuan LPP Mangrove adalah untuk berperan aktif dalam segala kegiatan dan upaya yang berhubungan dengan perlindungan, pelestarian dan pemanfaatan lestari ekosistem mangrove untuk kesejahteraan masyarakat.

VISI, MISI DAN STRATEGI

Visi

  • Berperan aktif dalam segala kegiatan dan upaya yang berhubungan dengan perlindungan, pelestarian dan pemanfaatan ekosistem untuk kesejahteraan masyarakat.

Misi

  • Mengumpulkan data dan informasi ekosistem mangrove, melalui cara primer maupun sekunder
  • Melakukan analisa atas segenap data dan informasi yang dikumpulkan
  • Menyebarluaskan informasi yang berhubungan dengan mangrove kepada masyarakat
  • Ikut memberikan bimbingan tentang cara-cara pengelolaan mangrove yang berwawasan lingkungan untuk mendapatkan hasil yang lestari
  • Ikut berperan serta dalam pembinaan masyarakat sekitar mangrove, supaya ikut serta melestarikan mangrove dan mendapatkan manfaatnya.

Strategi

  • Menggunakan semua media komunikasi baik elektronik maupun cetak untuk menyampaikan misi dan kegiatan yayasan secara terarah dan berkelanjutan.
  • LPP Mangrove merupakan lembaga ilmiah dengan tiap pernyataan yang dikeluarkan berdasarkan alasan ilmiah yang logis dan bukannya alasan emosional.
  • Menghasilkan program penelitian dan pengembangan yang andal dan dapat diaplikasikan secara nyata dalam kegiatan pengelolaan mangrove sehari-hari, yang sangat memperhatikan wawasan lingkungan dan ekonomi sekaligus.

PROGRAM-PROGRAM

Rehabilitasi Mangrove

Pada kegiatan rehabilitasi mangrove, LPP MAngrove bekerjasama dengan berbagai pihak seperti dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat lokal, perguruan tinggi atau instansi pendidikan, NGO lain dan pihak lain yang terkait. Cakupan wilayah rehabilitasi yang telah dilakukan diantaranya:

  1. Sumatera

Beberapa kegiatan rehabilitasi mangrove yang dilakukan di Pulau Sumatera antara lain di Kabupaten Langkat (1998-1999) kerjasama dengan Kedutaan Belanda; Labuhan Maringgai (1997) kerjasama dengan kedutaan Jepang; Kabupaten Tulang Bawang (2006-2007) kerjsama dengan DKP; Kabupaten Bengkalis (2004) kerjasama dengan Bangda-Depdagri, di Provinasi Nangroe Aceh Darussalam (2005) rehabilitasi pasca tsunami kerjasama dengan DKP dan OISCA. Di Lampung Selatan (2006) kerjasama dengan PMI. Pada tahun 2013 bekerjasama dengan PT. Lholoan Karya Bersama melakukan kegiatan rehabilitasi tanaman pantai di Provinsi Sumatera Barat dan Bengkulu.

  1. Pulau Jawa

Rehabilitasi mangrove di Kabupaten SidoarjoA� (2004 a�� 2007); Kabupaten Batang (Jawa Tengah) tahun 2005; Kabupaten Bekasi (Jawa Barat) tahun 2000 – 2001, Kabupaten Karawang (Jawa Barat) tahun 2001; Kabupaten Indramayu (Jawa Barat) tahun 2000 dan 2001; Kabupaten Pemalang (Jawa Tengah) tahun 1999 a�� 2004; Kabupaten Banyuwangi (Jawa Timur) tahun 2004 dan Kabupaten Probolinggo (Jawa Timur) tahun 2004 a�� 2008. Selaind dengan instansi pemeritah, kegiatan rehabilitasi di delapan kabupaten di Pulau Jawa dilakukan atas kerjasama antara LPP a�� Mangrove dengan Himpunan Almuni OISCA Indonesia, total wilayah yang telah direhabilitasi dari kerjasama tersebut sampai tahun 1999-2008 adalah + 1.000 Ha.

Kegiatan rehabilitasi atau penanaman mangrove lainnya di Pulau Jawa juga dilakukan di Provinsi DKI Jakarta khususnya di Muara Angke. Beberapa kegiatan ini merupakan bagian dari kerjasama dengan BKSDA DKI Jakarta, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Pihak swasta (Jasa Marga, City Bank, Standard Chatered Bank, dll), Kehati, Walhi, Mahasiswa/siswa dari perguruan tinggi atau sekolah umum dan pihak lain yang telah bekerjasama.

Rehabilitasi mangrove di DKI Jakarta dan Kabupaten Bekasi dilakukan bekerjasama dengan PT. United Tractors Tbk dari tahun 2010 s.d 2014 dengan jumlah tanaman mencapai 88.000 batang.A� Di Jakarta penanaman dilakukan di Hutan Lindung Angke Kapuk, sedangkan di Bekasi di PPI Muara Tawar.

Pada tahanu 20015, kegiatan penanaman dilakukan di Kabupaten Serang dan Kabupaten Cirebon.A� Di Kabupaten Cirebon, penanaman mangrove dilakukan dengan kombinasi APO dan tanaman mangrove.

  1. Pulau Sulawesi

Rehabilitasi mangrove di Pulau Sulawesi dilakukan di Kabupaten Maros (Sulawesi Selatan) tahun 2003; Kabupaten Boalemo (Provinsi Grorontalo), Kabupaten Tojo Una-una (Sulawesi Tengah), dan Kabupaten Minahasa Tenggara (Sulawesi Utara) dan keempat wilayah rehabilitasi tersebut dilakukan pada tahun 2008 kerjasama dengan Kementrian Negara Lingkungan Hidup.

  1. Pulau Kalimantan

Rehabilitasi Mangrove di Pulau Kalimantan fokus dilakukan di Kabupaten Batu Ampar a�� Provinsi Kalimantan Barat. Kegiatan rehabilitasi ini dilakukan atas kerjasama antara LPP Mangrove dengan UNEP/GEF/SCS Project a�?Reversing Environmental Degradation Trends in The South China Sea and Gulf of Thailand, Kementrian Negara Lingkungan dan Bapedalda Kalimantan Barat.A� Kegiatan pengelolaan demosite di Batu Ampar dilakukan dari tahun 2006 s/d 2008.

Rehabilitasi Pantai

A�A� Selain melakukan rehabilitasi ekosistem mangrove, LPP Mangrove juga aktif dalam kegiatan rehabilitasi vegetasi pantai.A� Berberapa kegiatan rehabilitasi pantai dilakukan di Provinsi Sumatera Barat dan Bengkulu (2013) dan Pulau Simeuleu (2014).A� Jenis-jenis yang ditanam antara lain jenis cemara, ketapang, sukun dan kelapa.

A�

Pemantauan Ekosistem Mangrove

Pemantaun ekosistem mangrove telah dilakukan di beberapa lokasi seperti : Gresik, Sulteng, Papua (2008); Delta Mahakam, Bengkalis (2009), Kabupaten Brebes, Probolinggo dan Indramayu (2015).

Pendidikan Lingkungan

Ada dua kegiatan dalam program ini. Pertama adalah pemberian materi mengenai ekologi mangrove (fungsi atau peran, perlindungan dan pemanfaatan hutan mangrove) atau yang lebih popular adalah upaya konservasi terhadap hutan mangrove hingga saat ini. Materi diberikan kepada siswa/siswi dari sekolah dasar, lanjutan pertama dan mengenah umum. Kegiatan kedua adalah interpretasi lingkungan kepada siswa atau siswi dari tingkat dasar sampai tingkat atas/umum. Interpretasi meliputi rekreasi hutan mangrove.

Program Penelitian dan Pengembangan

Program kegiatan penelitian dilakukan diantaranya adalah penghitungan dan pendugaan biomassa tegakan hutan mangrove yang telah dilakukan yaitu di Kabupaten Batu Ampar, keanekaragaman hayati/biodiversity, valuasi ekonomi hutan mangrove dan silvikultur. Sedangkan pada program pengembangan yang dilakukan diantaranya pengembangan makanan berbahan baku mangrove dan pengembangan sumberdaya perikanan. Beberapa contoh lain partisipasi LPP Mangrove dalam penelitian adalah penelitian tentang pemilihan jenis mangrove yang sesuai untuk rencana rehabiltasi di Pulau Nipah dan bekas lumpur Sidoarjo.

Program Penyuluhan Masyarakat

Program kegiatan penyuluhan diantaranya adalah peningkatan partisipasi masyarakat, dalam kaitannya dengan pengelolaan hutan mangrove di Kabupaten Batu Ampar a�� Provinsi Kalimantan Barat untuk kegiatan produksi oleh masyarakat lokal; Penyusunan Master Plan pengelolaan hutan mangrove untuk kegiatan produksi oleh masyarakat secara partisipatif di Kecamatan Batu Ampar; Pengembangan Desa Teluk Nibung dan Nipah Panjang; program pengembangan dan rencana berkelanjutan untuk masyarakat pesisir a�� Kecamatan Batu Ampar (Kalimantan Barat), dan Rencana pengelolaan ekosistem mangrove di Kabupaten Bengkalis, Rencana pengelolaan ekosistem mangrove di Kabupaten Cilacap.

Program Pameran dan Workshop

Program selanjutnya adalah mengikuti kegiatan pameran nasional. Pameran yang dimaksud adalah peringatan hari lingkungan oleh Kementrian Lingkungan Hidup; Expo Global Biodiversity, Simposium Internasional dalam Bio-teknologi laut, Pemanfaatan dan fungsi mangrove sebagai penyangga kehidupan; symposium nasional pengelolaan ekosistem mangrove; Asian Wetlands Symposium – Vietnam 2008A� dan pameran ketahanan pangan pada tahun 2008 yang diselenggarakan oleh Departemen Pertanian Indonesia.

 

KELEMBAGAAN LPP MANGROVE INDONESIA

 

struktur

 

KEPENGURUSAN LPP MANGROVE (2014-2019)

 

Dewan Pembina : 1. Prof. Dr. Ir. Hadi S. Alikodra, MS

  1. Dr. Ir. Nyoto Santoso, MS

Dewan Pengawas : Prof. Dr. Ir. Cecep Kusmana, MS

Pengurus : Ketua/Direktur A� : Ahmad Faisal Siregar, S.Hut, MSi

A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A� Wakil KetuaA�A�A�A�A�A�A�A�A�A� : Khumaedi, S.Hut

A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A� Bendahara A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A� : Eny Naryanti, SH

 

PERSONIL

Dewan Pembina :

Ketua Dewan Pembina : Prof. Dr. Ir. Hadi S. Alikodra, MS

Prof. Dr. Ir. Hadi S. Alikodra, MSPendiri sekaligus Ketua Pembina LPP Mangrove ini lahir di Cirebon pada tanggal 5 Februari 1949. Selain pernah menjabat sebagai Deputi di Kementerian Lingkungan Hidup, juga merupakan guru besar bidang Pengelolaan Satwa Liar, Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan, Fakultas Kehutanan IPB.A� Berbagai publikasi telah beliau hasilkan, danA� sampai saat ini salah satu bukunya Pengelolaan Satwa Liar masih menjadi salah satu pegangan wajib mahasiswa di Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan, Fakultas Kehutanan IPB. Saat ini sebagai tim pakar pada Kelompok Kerja Mangrove Nasional.

Wakil Ketua Pembina: Dr. Ir. H. Nyoto Santoso, MS

Dr. Ir. H. Nyoto Santoso, MSMasuk LPP Mangrove sejak tahun 1996 dan sampai dengan 2009 menjabat sebagai Direktur Eksekutif dan saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Pembina.A� Lahir pada tanggal 15 Maret 1962 di Banyuwangi dan menyelesaikan pendidikan S1 dari Fakultas Kehutanan IPB pada tahun 1985 dan S2 Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan IPB pada tahun 1992, dan menyelesaikan pendidikan S3 di jurusan IPK IPB tahun 2012.A� Selain aktif di LPP Mangrove, profesi lainnya adalah sebagai dosen dan pengajar di Fakultas Kehutanan IPB dan sebagai Ketua Bioref Center Fakultas Kehutanan IPB.A� Saat ini sebagai tim pakar pada Kelompok Kerja Mangrove Nasional (kontak email ns.bagindo@yahoo.co.id)

Pengawas : Prof. Dr. Ir. Cecep Kusmana, MS

Prof. Dr. Ir. Cecep Kusmana, MSBeliau merupakan salah satu guru besar di Fakultas Kehutanan IPB dan pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Kehutanan.A� Spesialisasi yang ditekuni selama 30 tahun ini adalah Ekologi Mangrove, dengan posisi sebagai Pengawas di LPP Mangrove sejak tahun 2002. Saat ini sebagai tim pakar pada Kelompok Kerja Mangrove Nasional.

 

 

Dewan Pengurus

Ahmad Faisal Siregar, S.Hut, MSi

Ahmad Faisal Siregar, S.Hut, MSiLahir di Tapanuli Selatan pada tanggal 9 April 1975, pendidikan dasar sampai dengan sekolan menengah atas di Sipirok, Tapanuli Selatan sampai pada tahun 1993 dan dilanjutkan ke Institut Pertanian Bogor melalui jalur PMDK dan lulus pada tahun 1998 dengan gelar Sarjana Kehutanan (S.Hut) dan menyelesaikan program pascasarjana tahun 2012 dari Konservasi Biodiversitas Tropika, IPB .A� Pada tahun yang sama (1998) masuk ke LPP Mangrove sebagai volunteer, dan pada tahun 2002 sebagai sekretaris program sekaligus sebagai Manager Demosite Batu Ampar pada UNEP/GEF South China Sea Project.A� Pada tahun 2009 sampai saat ini menjabat sebagai Ketua LPP Mangrove. Spesialis yang ditekuni selama ini adalah Rehabilitasi Mangrove dan Pemberdayaan Masyarakat (Kontak email marucok@yahoo.com).A� Dari tahun 2010 sampai dengan saat ini (2016) juga berperan sebagai tenaga ahli HCV, SIA dan HCS di BIOREF Center Fakultas Kehutanan IPB dan memiliki lisensi assessor pada HCVRN dan HCS.

Khumaedi BSc.F

Khumaedi BSc.FLahir di Kabupaten Indramayu, 20 Desember 1969, setelah menamatkan SMA Negeri Losarang, Kabupaten Indramayu, kemudian langsung meneruskan di Akademi Kehutanan Bandung dan lulus pada tahun 1993 dengan gelar sarjana muda dan melanjutkan ke jenjang strata-1 (S.Hut) hingga selesai pada tahun 2012. Bergabung ke Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Mangrove (LPP Mangrove) sejak tahun 1996 dan menekuni dibidang pemberdayaan masyarakat dan rehabilitasi ekosistem mangrove dan pantai.A� Sejak tahun 2012 menjabat sebagai wakil ketua sekaligus sebagai sekretaris program. (Kontak email : khu_maedi@yahoo.co.id).

Bendahara/Accounting : Eny Naryanti, SH

Eny Naryanti, SHTermasuk staf paling senior di LPP Mangrove dan masuk sejak tahun 1992 (berdirinya LPP Mangrove), saat ini memegang posisi sebagai accounting.A� Lahir di Bogor pada tanggal 9 November 1969, dan meraih gelar Sarjana Hukum, jurusan Perdata Universitas Atmajaya tahun 1992.A� Selain pengalaman dalam bidang accounting, juga sering ikut dalam memberikan materi tentang makanan berbahan baku mangrove.

 

Tenaga Ahli dan Staf

Ir. Fairus Mulia

Ir. Fairus MuliaPria kelahiran Padang Panjang tanggal 1 Januari 1956 lulus pada tahun 1980 dari Fakultas Kehutanan IPB, dan merupakan salah satu pendiri LPP Mangrove. Selain sebagai konsultan di berbagai lembaga, juga merupakan praktisi di bidang hak pengelolaan hutan mangrove di Indonesia.

 

Sayidina Ali, Amd

M. Sayidina Ali, AmdLahir di Kabupaten Brebes tanggal 06 April 1983, pada tahun 2002 lulus dari SMA Negeri 01 Tanjung dan langsung meneruskan di Institut Pertanian Bogor Program Diploma III Ekowisata Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata Fakultas Kehutanan dan lulus pada tahun 2005. Pada tahun 2005 masuk ke Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Mangrove (LPP Mangrove) sebagai tenaga bantu/volunteer dan sejak tahun 2006 sebagai tenaga ahli bidang ilmu komputer, grafis, program pemetaan GIS dan rehabilitasi mangrove.

 

Sutopo, S.Hut

Sutopo, S.HutLahir di Purbalingga, 18 Juli 1983, dan bergabung dengan LPP Mangrove sejak tahun 2006. Memperoleh gelar sarjana di Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, Fahutan a�� IPB pada tahun 2008. Melakukan berbagai penelitian dengan bidang utama satwa liar.A� Aktif juga sebagai tenaga ahli di BIOREF Center Fakultas Kehutanan IPB.

 

 

Udi Kusdinar, S.Hut

Udi Kusdinar, S.HutLahir di Ciamis, 13 Mei 1983. Bergabung dengan LPP Mangrove sejak tahun 2010 dengan keahlian di bidang pemberdayaan masyarakat. Memperoleh gelar sarjana kehutanan pada tahun 2009 pada program studi Konservasi Sumberdaya Hutan, Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, Fakultas Kehutanan a�� IPB.

 

David

Sebagai OB di LPP Mangrove, pria kelahiran Benteng, Ciampea Bogor pada tahun 1988 memiliki peranan penting dalam kelancaran aktivitas LPP Mangrove sehari-hari.A� Bergabung dengan LPP Mangrove sejak 2014.