Sumatra

KEGIATAN REHABILITASI MANGROVE DI PULAU SUMATERA

  1. Labuhan Maringgai, 1997 kerjasama dengan Kedutaan Jepang

A�Rehabilitasi dilakukan di Desa Margasari dengan luas 20 ha, pada lokasi tambak di Greenbelt.A� Di desa ini telah terjadi abrasi yang cukup parah, sehingga 1 dusun di Kuala Penet terpaksa dipindahkan.A� Rehabilitasi di lokasi ini juga dilakukan oleh Departemen Kehutanan melalui BRLKT Way Seputih.

kerjasama-dengan-kedutaan-jepang1 kerjasama-dengan-kedutaan-jepang2 kerjasama-dengan-kedutaan-jepang3 kerjasama-dengan-kedutaan-jepang4

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Kegiatan Rehabilitasi Mangrove Untuk Mendukung Jalur Hijau Mangrove di Kabupaten Tulang Bawang Tahun 2006a�?

A�Lampung yang memiliki garis pantai sekitar 1.105 km dan memiliki 15 habitat yang berbeda termasuk tambak dan pemukiman. Wilayah pesisirnya Prop. Lampung dibagi 4 wilayah yaitu :

-A� Pantai Barat sepanjang 210 km

-A� Teluk Semangka sepanjang 200 km

-A� Teluk Lampung dan Selat Sunda sepanjang 160 km

-A� Pantai TimurA� sepanjang 270 km

Kondisi awal Pantai Timur Lampung merupakan ekosistem hutan mangrove dengan luas area A� 18.000 ha dan merupakan komponen kunci dalam menunjang kegiatan perekonomian dikawasan pesisir tersebut. Pantai Timur Lampung merupakan salah satu perairan dengan karakteristik ombak yang relatif tenang dan berpantai landai, sangat berpotensi untuk usaha ekonomi agribisnis sepertiA� pengembangan budidaya udang dan lainnya sehingga kawasan tersebut mengalami eksplorasi yang tidak terkendali oleh masyarakat termasuk di daerah sabuk hijau (green belt).

A�Pada awalnya kegiatan eksplorasi dilakukan dengan membuka usaha tambak termasuk di daerah sabuk hijau (green belt) yang dapat memberikan keuntungan yang berarti bagi petani. Kondisi tersebut tidak bertahan lama karena menurunnya kualitas dan daya dukung lingkungan akibat rusaknya ekosistem yang pada gilirannya menurunkan daya dukung ekonomi kawasan sehingga kondisi tersebut pada akhirnya bermuara kepada kemiskinan masyarakat di kawasan pesisir pantai timur lampung. Isi yang lingkungan yang berkembang di pantai Timur Lampung khususnya Kab. Tulang Bawang yaitu :

  • Rusaknya greenbely/sabuk hijau mangrove akibat alih fungsi pemanfaatan
  • Terjadinya abrasi pantai sehingga mengakibatkan perubahan garis pantai sehingga mengancam tambak masyarakat dan PT. CPB
  • Menurunnya pendapatan masyarakat baik nelayan maupun petambak akibat adanya limbah buangan dari PT. CPB.
  • Tidak adanya matapencaharian lain sehingga masayarakat membuka tambak di wilayah sabuk hijau.
  • Kesadaran masyarakat akan pentingnya jalur hijau mangrove untuk perlindungann pantai masih rendah

Dengan adanya isi-isu yang berkembang tentang kerusakan sabuk hijau di kab. Tulang Bawang, Departemen Kelautan dan Perikanan melalui direktorat jenderal KP3K mengadakan Rehabilitasi mangrove untuk mendukung jalur hijau di pantai Kabupaten Tulang Bawang sebagai aksi pemulihan jalur hijau. Kegiatan tersebut bekerjasama dengan Dirjen KP3K, LPP Mangrove dan PT. Intermulti. Adapun kegiatan yang dilaksanakan meliputi (1) Koordinasi dan sosialisasi Prop. Kab dan desa. (2)A� Penyusunan rencana pengelolaan mangrove di Desa Mandiri, Desa Pasiran Jaya, Desa Mahabang. (3) Penguatan kapasitas kelembagaan di Desa Mandiri dan Desa Pasiran Jaya. (4) Pelatihan mata pencaharian alternatif di Desa Mandiri dan Desa Pasiran Jaya. (5) Pengembangan silvofishery di Desa Mandiri dan Desa Pasiran Jaya. (6) Rehabilitasi ekosistem mangrove dengan jumlah bibit 320.000 batang (api-api/Avicennia spp, bakau/Rhizophora spp) dengan luas 50 hektar dan jarak janam 2 meter x 1 meter.

aksi-penanaman-mangrove1 aksi-penanaman-mangrove-2

 

 

 

 

 

 

Aksi penanaman mangrove dan A�pemberdayaan MPA A�UntukA� Mamasyarakat

Untuk keberhasilan kegiatan, maka tim pelaksanaan kegiatan pengendalian kerusakan pesisir Kab. Tulang Bawang Propinsi Lampaung melakukan monitoring dan evaluasi. Dalam kegiatan monev kondisi kelembagaan dan pemberdayaan masyarakat berjalan dengan baik dan tingkat pertembuhan tanaman berhasil. Adapun hasil dari kegiatan monitoring sebagai berikut :

  1. Kelembagaan yang dibentuk berkembang menjadi lembaga fasilitator untuk bantuan-bantuan pemda
  2. Kesadaran masyarakat mulai tumbuh dengan salah satunyan menyerahkan sebagian tambak unutk ditanam.
  3. Tanaman yang ditanam saat dilakukan monev hidupnya berkembang baik.
  4. Masayarakat mulai tahu mata pencaharian lain, selain dari tambak.

kondisi-tanaman-tahun-2006-1 kondisi-tanaman-tahun-2006-2

Kondisi Tanaman Tahun 2006

  1. Kegiatan Rehabilitasi Mangrove di Kabupaten Tulang Bawang Propinsi Lampung Tahun 2007

Kegiatan rehabilitasi mangrove di Kabupaten Tulang Bawang merupakan kegiatan lanjutan dari tahun 2006. Kegiatan tahun 2007 dilatarbelakangi oleh beberapa isu-isu pengelolaan jalur hijau mangrove di kawasan tersebut, diantaranya :

  1. Kesadaran masayarakat yang tumbuh baik tentang pentingnya jalur hijau mangrove untuk kelestarian wilayah pesisir dan demi kehidupan masa depan.
  2. Adanya desakan masayarakat untuk menindak lanjuti kegiatan tahun 2006
  3. Kerusakan jalur hijau panatai mulai meluas baik akibat abrasi maupun kegiatan manusia.
  4. Adanya keinginan dari masyarakat untuk mengembangkan matapencaharian alternatif selain tambak
  5. Keinginan masayarakat untuk membuat tata hukum dalam pengelolaan jalur hijau mangrove.

Dari isu-isu diatas maka kegiatan tahun 2007 yang dilaksanakan meliputi; (1) koordinasi dan sosialisasi ditingkatA� Kabupaten dan koordinasi kelembagaan desa. Tujuannya adalah untuk menyamakan pesepsi semua pihak atau stakeholder. (2) Revitalisasi kelompok yang sudah terbentuk. Tujuannya adalah memperkuat kelembagaan yang dibentuk dan mengaktifkan kembali. (3) Pelatihan Matapencaharian alternatif, dalam hal ini adalah pelatihan pengelolaan hasil-hasil perikanan dan budidaya ikan kakap putih dalam keramba apung. (4) Pelatihan pendidikan lingkungan untuk anak SD. Tujuannya adalah untuk menanamkan niai-nilai kelestarian lingkungan kepada anak SD. (5) Penyusunan DPM (Daerah Perlindungan Mangrove). (6) Penyusunan Perdes mengenai pengelolaan DPM yang telah dibuat. (7) Aksi penanaman 25.000 batang bibit mangrove di lokasi kegiatan. Dan (8) Kegiatan Monev.

Untuk keberhasilan kegiatan, maka tim pelaksanaan kegiatan pengendalian kerusakan pesisir Kab. Tulang Bawang Propinsi Lampaung melakukan monitoring dan evaluasi. Dalam kegiatan monev kondisi kelembagaan dan pemberdayaan masyarakat berjalan dengan baik dan tingkat pertembuhan tanaman berhasil. Adapun hasil dari kegiatan monitoring sebagai berikut :

  1. Kelembagaan yang telah diaktivkan semakin aktif dalam pengelolaan lingkungan khususnya jalur hijau
  2. Kesadaran masarakat sudah lebih baik dengan tersusunnya Peraturan mengenai larangan dan batas pemafaatan jalur hijau mangrove.
  3. Masayarakat sudah bisa mengembangkan matapencaharian alternatif yang sudah dikenalkan.
  4. Masayarakat petambak sudah mulai menanam mangrove di sekitar tambaknya, hal tersebut merupakan bukti bahwa masayarakat sudah sadar akan pentingnya jalur hijau.
  5. Kondisi tanaman yang ditanam pada saat kegiatan monev tumbuh baik. Hal tersebut didukung oleh pemilihan jenis dan lokasi yang cocok untuk ditanam.

pelatiahan-dan-penyuluhan-1 pelatiahan-dan-penyuluhan-2

Pelatiahan dan penyuluhan serta A�pemberdayaan MPA A�Kakap putih UntukA� Mamasyarakat

Selengkapnya di Perpustakaan LPPM

  1. Rehabilitasi Mangrove di NAD, 2006

A�Penanaman di Aceh dilakukan pada tahun 2006 dalam rangka rehabilitasi setelah Tsunami di Aceh pada tahun 2004 yang dibiayai melalui proyek CRMP, Departemen Kelautan dan Perikanan.

Selain penanaman mangrove dengan jenis True mangrove, juga dilakukan tanaman pantai atau yang assosiate seperti jenis Cemara (Casuarina equisetifolia), Ketapang (Terminalia catappa), Waru (Hibiscus tilliaceus).A� Hal ini dilakukan mengingat kesesuaian lahan di lokasi penanaman yang sangat terbatas untuk jenis True Mangrove.A� Realisasi penanaman tersebut adalah :

No Jenis Bibit Jumlah Bibit
Desa Babah Leung

Kab. Nagan Raya

Desa Lhok Beubon,

Kab. Aceh Barat

Desa Sawang,

Kab. Aceh Jaya

A� A� Bibit Realisasi Bibit Realisasi Bibit Realisasi
1 Bakau (Rhizophora apiculata) 0 0 10.000 10.000 0 0
2 Cemara (Casuarina equisetifolia) 3.300 2.600 2.200 2.200 2.200 2.200
3 Ketapang (Terminalia catappa) 100 500 1.100 1.100 1.100

 

1.100
4 Waru (Hibiscus tilliaceus) 2.200 2.200 1.100 1.100 2.200 2.200
Jumlah 5.600 4.900 14.400 14.400 5.500 5.500
Realisasi 8,57% 100 % 100 %

 

rehabilitasi-mangrove-di-nad1 rehabilitasi-mangrove-di-nad2 rehabilitasi-mangrove-di-nad3 rehabilitasi-mangrove-di-nad4

imred