Jawa

REHABILITASI EKOSISTEM MANGROVE DI PULAU JAWA

A�

  1. DI KABUPATEN SIDOARJO TAHUN 2004-2007

Di Kabupaten Sidoarjo, memiliki panjang pantai mencapai 27 km dan merupakan rangkaian kesatuan dari kawasan delta yang terbentang mulai dari pantai Kenjeran Surabaya hingga pantai Sidoarjo di Porong.A� Sejak dikenalnya teknologi budidaya tambak intensif keberadaan hutan mangrove di kawasan delta menjadi terancam, dimana hal itu sudah banyak terjadi khususnya di sepanjang pantai timur Surabaya.A� Tingginya tingkat keuntungan budidaya udang windu nampaknya menjadi alasan utama terjadinya konversi hutan mangrove menjadi kawasan tambak intensif, selain penebangan untuk kayu bakar, pencemaran abrasi, dsb.

Sejak tahun 2004 hingga 2007, Direktorat Jenderal Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil – Departemen Kelautan dan Perikanan telah melakukan upaya pengelolaan ekosistem mangrove di Desa Kupang dan Desa Kedungpandan, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo. LPP Mangrove berperan sebagai fasilitator kegiatan tersebut dengan menyediakan tenaga ahli, baik kehutanan, perikanan maupun sosial ekonomi.

No Kegiatan Volume Kegiatan Keterangan
2004 2005 2006 2007
1 Pengumpulan data dan informasi a?s a?s a?s a?s Sebagai data dasar untuk perencanaan
2 Penyusunan Rencana Pengelolaan Kecamatan Jabon Desa Kupang Desa Kedung pandan Rencana pengelolaan Kecamatan Jabon, Desa Kupang dan Kedungpandan
3 Sosialisasi dan koordinasi a?s a?s a?s a?s
4 Pembinaan kapasitas kelembagaan
a. Pembentukan Kelompok Desa Kupang Revitalisasi Desa Kedungpandan Revitalisasi
b. Penyuluhan dan Pendidikan Lingkungan Desa Kupang Desa Kupang SDN Tajungsari dan SDN 2 Tlocor Ke masyarakat dan siswa swkolah dasar
c. Pelatihan Tambak ramah lingkungan, makanan mangrove, kepiting bakau Matapencaharian alternatif Matapencaharian alternatif Pengelolahan hasil perikanan dan pembuatan tepung dari rumput laut.
5 Pengembangan Matapencaharian alternatif Dana simultan Silvofishery (Rumput laut) Silvofishery 5 ha (Rumput laut- bandeng,-udang-mangrove)
6 Penanaman Mangrove 16.500 batang 72.000 batang 45.000 batang 50.000 batang Lokasi penanaman di tanah timbul dan tambak
7 Daerah Perlindungan Mangrove (DPM) a?s a?s a?s
8 Perdes DPM Draft Finalisasi Draft a?s (Finalisasi)
9 Monitoring dan Evaluasi a?s a?s a?s a?s

Selain dari Depertemen Kelautan dan Perikanan, rehabilitasi juga dilakukan oleh OISCA berkerjasama dengan LPP Mangrove sejak tahun 2004, dan Pemda Kabupaten Sidoarjo.A� Dinas Perikanan dan Kelautan serta Dinas Lingkungan Hidup, Energi dan Pertambangan Kabupaten Sidoarjo merupakan dinas pemda yang terus dalam rehabilitasi di pesisir Kecamatan Jabon.

  1. Kegiatan Pengendalian Kerusakan Wilayah Pesisir Kabupaten Batang Propinsi Jawa Tengah, Tahun 2005

Pada wilayah pesisir Kabupaten Batang Propinsi Jawa Tengah terdapat ekosistem mangrove (non kawasan hutan) seluas 3 382 hektar, dengan kondisi rusak berat (1 468 ha) dan rusak sedang (1 914 ha).A� Penyebab kerusakan ekosistem mangrove tersebut sebagian besar oleh kegiatan budidaya perikanan yang kurang peduli terhadap pelestarian ekosistem mangrove. Penyebab lainnya adalah kurang terkoordinasinya pembangunan di wilayah pesisir, banyaknya pembangunan kontruksi yang menjorok ke laut tanpa mengindahkan keadaan hidrodinamika perairan laut.A� Sehingga terjadi abrasi dan di lain tempat terjadi akresi.A� Oleh karena itu diperlukan suatu upaya nyata untuk menanggulangi kerusakan wilayah pesisir melalui program a�?Pengelolaan Lingkungan Wilayah Pesisir Kabupaten Batanga�? dengan pendekatan pengelolaan wilayah pesisir secara terpadu. Untuk itu Kementrian Negara Lingkungan Hidup bekerjasama dengan PPLH IPB dan LPP Mangrove mengadakan program aksi pengendalian kerusakan wilayah pesisir. Adapun rung lingkup kegiatan yaitu :

  1. Sosialisasi dan koordinasi kegiatan
  2. Pembentukan kelompok masyarakat binaan dan peningkatan kapasitas masyarakat/kelompok tani wilayah pesisir dan laut dalam pelaksanaan pembuatan model tumpangsari mangrove/kebun melati dan rehabilitasi mangrove dan pantai
  3. Pembuatan model tumpangsari hutan mangrove dengan kebun melati
  4. Rehabilitasi mangrove sebanyak 150.000 bibit dan 12.500 tanaman pantai, termasuk pemeliharaannya
  5. Monitoring dan evaluasi.

aksi-penanaman-tanaman-pantai-dan-mangrove-1

aksi-penanaman-tanaman-pantai-dan-mangrove2

Aksi Penanaman tanaman pantai dan mangrove

pelatihan-dan-pemberdayaan-masyarakat-1

pelatihan-dan-pemberdayaan-masyarakat-2

Pelatihan dan pemberdayaan masyarakat

kelembagaan dan pemberdayaan masyarakat berjalan dengan baik dan tingkat pertembuhan tanaman berhasil. Adapun hasil dari kegiatan monitoring sebagai berikut :

  1. Keadaan tanaman yang telah ditanam kondisinya hidup baik (80 %). Hal ini dilihat tanaman sudah mulai terlihat hidup.
  2. Pada beberapa lokasi terdapat tanaman yang kondisinya rusak. Hal ini disebabkan oleh adanya bencana banjir dan arus laut yang tinggi. Dari hasil pendataan lokasi yang mengalami kerusakan parah adalah Desa Depok dengan perkiraan panjang pantai yang rusak 1,5 Km dengan jumlah tanaman 457 batang. Selain itu diperkirakan nener ikan bandeng dan nila yang telah ditabur di demplot sulvofishery terbawa air banjir dengan perkiraan nener ikan bandeng dan nila yang terbawa air banjir adalah 3800 ekor.
  3. Telah dilakukan penyulaman tanaman waru di desa Denasri Kulon dan Kasepuhan (40 batang) dan sebagian Desa Depok (20 batang). Sedangkan sisa kerusakan tanaman yang rusak akibat gelombang pasang, akan disulam setelah bibit tanaman pantai (cemara) yang dibuat Kelompok Sigandu siap tanam.
  4. Kerusakan taaman akibat hama kambing di Desa Karang Asem, telah diatasi dengan memperkuat kerombon/pelindung taaman, penyulaman tanaman ndan pemberian peringatan oleh Kepala desa kepada pemilik kambing.
  5. Pembibitan tanaman pantai dan tanaman mangrove telah dilakukan di Blok Sigandu dengan rincian : bibit api-api (Avicennia marina)A� 25 000 polybag, cemara 1500 polybag, bogem (Sonneratia caseolaris) dalam tahap penaburan biji (0,5 kg), dan Acacia mangium 1000 batang.A� Bibit tanaman ini akan diperguakan untuk menyulam, dan akan ditaam pada tempat koson di sepanjang pantai.
  6. Jumlah kelompok binaan 6 kelompok, dengan kondisi masing-masing kelompok masih aktif melakukan pemeliharaan dan pengawasan, termasuk koordinasi dengan PPLH IPB, LPP Mangrove dan Pemda Batang.
  7. Kantor Dinas LingkunganA� dan Produksi Pemda Kabupaten Batang telah membuat laporan pelaksanaan kegiatan kepada Bupati Kabupaten Batang, dalam bentuk nota dinas dan dilaporkan setiap bulan.
  8. Publikasi kegiatan melalui media cetak telah dilakukan 3 kali, melalui Surat Kabar Harian Jawa post, Wawasan, dan Radar Tegal.

A�Kegiatan rehabilitasi mangrove lainnya di Pulau Jawa adalah :

  1. Kabupaten Bekasi, tahun 2000 dan 2001
  2. Kabupeten Kerawang 2001
  3. Kabupaten Indramayu, 2000 dan 2001
  4. Kabupaten Pemalang, 1999-2004
  5. Kabupaten Banyuwangi, 2004
  6. Kabupaten Probolinggo, 2004-2008

 

imred